EKSPEDISI BLAMBANGAN 1 KIR SMAJA

Ekspedisi Blambangan 1 KIR Smaja

Ekspedisi ini dilakukan oleh anggota KIR SMAJA dilakukan pada hari Senin  tanggal 26 Desember 2011. Ekspedisi ini bermula dari tulisan salah satu anggota KIR SMAJA yang bernama AKbar Ridho Arifin, tulisan tersebut akan diikutkan di LKTI budaya. Kebetulan Akbar Ridho Arifin adalah putra daerah Kamal tempat ekspedisi kami. Dengan banyaknya temuan baru dan ternyata sejarah JEMBER sangat menarik untuk di kaji lebih lanjut. Akhirnya terbentuk tim Ekspedisi Blambangan 1 KIR SMAJA.

Pada hari ini mendung tebal hujan dari pagi terus mengguyur kota Jember. Tapi keadaan ini tidak menyurutkan semangat  tim. Perjalanan agak siang sekitar jam 9 pagi karena menunggu hujan agak reda.

Perjalanan di awali di dusun klanceng di sini terdapat batu kenong yang di letakkan di halaman kantor desa, menurut penjaga , batu ini adalah sisa2 batu kenong yang tidak terbawa oleh para pencari barang purbakala. Sehingga sempet di selamatkan.

Dari dusun Klanceng terus mencari Tak butak an, kesenian asli Jember. Ternyata tidak ketemu karena sedang ditanggap oleh dusun lain.

Perjalanan terus ke tempat cikal bakal terjadinya desa Kamal. disini sempat salah stu anggota tim terjatuh dari sepeda motor karena jalan licin. Syukur cedera tidak terlalu parah. Namun sepeda motor harus dititipkan karena sedikit trauma untuk setir motor sendiri.

Lanjut ke rumah Bpk Kholik, beliau adalah keturunan ke 7 dari mbah Yami. Banyak cerita unik yang beliau ungkapkan, cikal balal desa Kamal Jember.

Perjalanan lanjut ke SITUS KAMAL. Disitus ini banyak terdapat batu kenong dan menhir yang tersimpan rapi. Tapi sayang jalan naik menuju situs agak licin dan susah karena tangganya sudah rusak. Mudah2an ada donatur yang mau nyumbang untuk perbaikan tangga situs. Karena menurut bapak penjaga sudah bermohon berulang kali pada pemerintah namun belum terwujud juga.

Lanjut ke GUMITIR …tempat yang sangat indah dengan ketinggian yang cukup untuk melihat kota jember dari atas.  Dengan jalan yang sudah di aspal puncak gumitir mudah dilalui sambil menikmati pemandangan yang mempesona.

Setelah gumitir kita nikmati langsung ke rumah ridho untuk makan durian. ternyata di tempatini durian berlimpah…

Menuju ke rumah warga pemilik tak buta’an. Akhirnya ketemu juga dengan Tak buta”an yang menurut legenda adalah kesenian asli Jember.

Desa kamal juga punya peramal…jadi perjalanan Ekspedisi Blambangan 1 KIR SMAJA di akhiri di rumah mbah peramal masa depan…..boleh percaya boleh tidak…

melia..

  • Posted in: KIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: