KIR’s adventure with TENdA

Pada hari minggu , 15 Januari tepat pukul 07.00 WIB di masjid SMAN Arjasa sudah ramai siswa KIR Smaja. Mereka dengan wajah yang ceria dan penuh semangat.  Pada hari itu rencana touring ke Tanoker ledokombo – Maesan – dan  Arjasa   (TENdA ). Rute ini diambil awalnya dalam rangka Tanoker yang punya acara minggu ceria. Jumlah sepeda motor ada 19, posisi pembina di depan sendiri baru di ikuti oleh siswa……

Tanoker Ledokombo adalah suatu  tempat belajar anak2 ledokombo. mereka ditanoker banyak belajar hal antara lain belajar matematika gasing, teater, bahasa inggris dan Egrang. Metode  Matematika gasing dari Prof  Yohanes Surya , adalah meode matematika yang menyenangkan, siapapun boleh belajar di tanoker. Tanoker terbuka untuk siapa aja yang mau belajar, baik anak2 ataupun dewasa. bahkan guru madrasah banyak yang belajar Matematika Gasing di Tanoker. Egrang dari Tanoker juga sudah diundang  ke luar daerah Jember. Salut deh buat Pengasuhnya yaitu mb Ciciek dan Mas Supo….. yang telah menjadikan anak2  Ledokombo menjadi anak2 yang luar biasa hebatnya….. Mudah2an sukses sampai kancah Internasional.

Pada hari minggu ini adalah minggu ceria karena ada pentas drama, lomba matematika gasing, egrang, teater dan tamu dr Jerman dan Australia. Acara sungguh ceria karena ada juga rombongan dari madrasah Ledokombo. juga dari  kanpora. Kami rombongan dari TENdA lumayan cukup banyak semua ada 19 motor, jadi total 35 siswa KIR dan 2 alumni.  Untung ada bazar jadi kita2 yang belum sarapan bs makan bareng jenang, lopis , ada juag klepon…wah makanan khas daerah.  Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10. 30, kami segera pamit karena mau terus ke Sukowono nengok Sapta yang kecelakaan dan ke home industri Batik.

Perjalanan dari Ledokombo ke Sukowono ternyata cukup menyenangkan dan melelahkan jkarena jauh tapi pemandangannya sangat indah. cukup rumit juga mencari rumah saptanov. Tapi ternyata ketemu juga rumah saptanov, rupanya Saptanov tangan kanannya ppatah karena kecelakaan di depan rumahnya. Kondisi Saptanov sudah membaik karena dlangsung dibawa ke sangkal putung. Senang juga bisa ketemu langsung dengan ibu nya karena selama ini komunikasi hanya lewat sms saja.  Setelah kenyang menyantap suguhan tahu goreng yang lumayan banyak , kami pamit menuju home industri Batik labako Sukowono.

Jalan menuju Batik Sukowono cukup bagus, ttapi kita sempat kejauhan akhirnya muter balik. Ternyata tempat batik ini yang dulu pernah dikunjungi oleh KIR angkatannya Rikza dan sempat menulis batik ini hingga meraih juara harapan 2 KTI se Jember. selagi ngobrol denga bapak yang punya home industri batik, tiba2 Novia Parindri pingsan. segera mendapatkan pertolongan pertama dari Krisa yang kebetulan anggota PMR. Ternyata NOvia kena sesak napas karena udara dingin, tidak lama memang hujan reda. lama juga kita menunggu hujan reda, akhirnya setengah 3 kami pamit walau masih hujan rintik2.

Posisi pulang diubah Sena paling depan karena tau jalan. lumayan jauh perjalanan pulang kami rencana tembus jalan ke Jelbuk. Tiba2 kami serentak kaget karena di tengah kucuran hujan kami tembusnya ke Maesan….subhanallah…perjalanan jadi tambah jauh dari perkiraan kita. Saya dalam hati selama perjalanan selalu berdoa karena keselamatan mereka adalah tanggung jawab pembina, Alhamdulillah pukul 16.30 kami sampai lagi  di mesjid Smaja….syukur alhamdulillah….ya Allah begitu besar nikmat yang telah Engkau berikan karena sehari bersama anak2 KIR sangat menyenangkan……..

  • Posted in: KIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: